Jumat, 31 Mei 2013

5 Tips Hemat BBM sebelum Melakukan Perjalanan

Merencanakan perjalanan
Bukan asal bergerak, dalam kondisi harga BBM yang tinggi, ekonomisasi diawali dari perencanaan perjalanan. Berikut tips dan trik yang dapat dilakukan,

1. Kepentingan
Biasakan bertanya kepentingan sebuah perjalanan yang akan dilakukan, bisakah diganti dengan opsi menelpon atau diganti dengan opsi mengirimkan SMS, email, BBM-an (Blackberry messenger).

Jika memungkinkan ditunda pada jam-jam yang tidak sibuk, menghindari kemacetan ketimbang harus bertemu atau melakukan perjalanan pada saat tersebut. Intinya urgensi sebuah perjalanan harus menjadi pertimbangan.

2. Kendaraan
Mulai membiasakan untuk menetapkan selain kendaraan pribadi, moda transportasi umum, transportasi perusahaan (shuttle) sebagai opsi. Moda transportasi umum dalam kota yang kian memadai seperti trans Jakarta, KRL, shuttle bus sudah dapat menjadi pertimbangan bagi rute -rute komuter (rumah – kantor pp) dapat dipilih sesekali.

Jika fleksibilitas moda transportasi umum tersebut terbatas maka, kendaraan pribadi dapat menjadi opsi terakhir. Sebaiknya Anda mempertimbangkan fasilitas shuttle bus yang disediakan perusahaan, walaupun konsekwensi terbatasnya fleksibilitas harus menjadi pilihan.

3. Rute
Jika opsi terakhir kendaraan pribadi adalah opsi terbaik, maka biasakan untuk memilah-milah rute untuk memilih jalan terbaik. Kadang rute melebar dengan jarak yang lebih panjang memberikan hasil ekonomisasi pada konsumsi BBM kendaraan.

Rute sepi dan lenggang akan memberikan penghematan BBM ketimbang rute pendek namun memiliki waktu tempuh lebih lama, beban kerja mesin semakin berat. Rute stop and go di dalam kota akan menguras energi mesin lebih besar yang berdampak konsumsi BBM meningkat.

4. Waktu
Waktu vs kemacetan seakan 11 – 12. Anda harus memperhatikan jam-jam sibuk pada rute komuter Anda ataupun pada rute perjalanan yang akan dilalui. Memelihara kebiasaan ini akan sangat menguntungkan baik dari ekonomisasi BBM maupun tindakan antisipasi terhadap peluang kecelakaan.

5. Sharing
Memulai untuk mempertimbangkan kebiasaan sharing transportasi pada rute-rute komuter (rumah – kantor, rumah – sekolah, rumah - kampus). Saat ini pola sharing transportasi di kota-kota besar seperti Jakarta, 
Surabaya dan Bandung sudah tidak asing lagi dimana beberapa orang yang berada disuatu area bersama-sama berangkat ke kantor dengan memikul biaya BBM secara bersama atau memberikan uang pengganti kepada pemilik kendaraan yang dikeroyok untuk digunakan.

Bahkan ada yang sudah mulai berinisiatif melakukan email broadcast untuk menyediakan fasilitas sharing transportasi dengan menyebutkan rute -rute perjalanannya hingga pick-up points yang dilalui dengan uang pengganti perbulannya.

Ide sharing transportasi juga dapat dilakukan pada sebuah keluarga dengan cara menginformasikan sebuah rencana perjalanan kepada seluruh anggota keluarga. Bilamana ada rencana perjalanan yang beda sedikit jam perjalanannya maka perjalanan tersebut dapat digabungkan.

Korporasi-korporasi sudah sepatutnya melakukan manajemen sharing transport ini didalam mengatur perjalanan bisnis mereka.

5 TipsCermat Amankan Investasi Anda

Berikut: 5 Tips Cermat Amankan Investasi Anda Simak rangkumannya yang kutip dari:finance.detik

1. Sebarkan modal
Pasar modal adalah tempat yang tepat untuk menanam saham, tapi jangan tempatkan modal anda di satu sektor atau saham.

 Rancang sebuah portofolio sendiri yang memuat aneka perusahaan yang anda kenal baik, bisa dipercaya dan kemungkinan bertahan lama.

Dengan mengetahui perusahaan yang sahamnya akan anda beli maka risiko dari investasi tersebut semakin kecil.
Kalaupun ada kerugian, biasanya sudah bisa diprediksi sebelumnya.
2. Pertimbangkan reksadana dan obligasi
Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksadana dan obligasi, selain diversifikasi, anda juga melebarkan portofolio investasi. Atau bisa juga cari investasi dengan pendapatan yang tetap, dengan begitu anda bisa melindungi portofolio dari tekanan pasar saham yang sering naik turun.

3. Tambah terus portofolio

Pergemuk portofolio investasi anda secara rutin. Meski nilai yang ditambahkan tidak terlalu besar, tidak masalah karena sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Hal ini juga bisa dilakukan untuk melawan kondisi pasar yang sangat fluktuatif. Jika sudah terbiasa menambah nilai portofolio, anda tidak akan lagi mempedulikan apakah pasar sedang bearish atau bullish.

4. Tahu saatnya keluar
Membeli dan menahan saham sampai pada batas tertentu sepertinya strategi yang bagus, namun bukan berarti dengan sistem yang serba otomatis seperti sekarang ini anda hanya diam saja. Pantau terus pergerakan pasar dan situasi sektor serta saham yang anda pegang. Dengan begitu, anda akan tahu kapan waktunya untuk keluar sejenak.

5. Perhatikan Komisi Broker
Jika anda bukan tipe yang sering trading, anda harus tahu berapa biaya yang harus dibayar untuk komisi broker. Beberapa sekuritas ada yang meminta komisi bulanan, sementara beberapa lainnya dibayar tiap transaksi. Perhatikan jumlah yang harus anda keluarkan untuk ini, berapa pengeluaran dan berapa pemasukan dari imbal hasil. Ingat, yang termurah belum tentu yang terbaik.

sumber : www.lihat.co.id

11 Perlengkapan Standar Jaminan Keamanan dalam Berkendara

Untuk itu, semua perlengkapan ini harus selalu ada dan wajib berfungsi dengan baik. Berikut 11 Perlengkapan Standar Jaminan Keamanan dalam Berkendara,dikutip dari Otosia:

1. Rem
Rem kaki, pastikan spelling idle-nya tidak banyak dan harus berfungsi baik saat pengereman dan berhenti pada jarak 25 meter pada kecepatan 50 km/jam. Rem tangan, pastikan bahwa ketika rem diangkat, mobil berhenti dan tidak bergerak walau posisi di tanjakan.

Idealnya ruang kosong rem tangan adalah 3 klik saat ditarik. Lampu rem, wajib berwarna merah.

2. Lampu Besar dan Kecil
Lampu yang ideal berkekuatan 55 watt untuk jarak pendek dan 100 watt untuk jarak jauh. Lampu jarak pendek harus bisa menerangi sejauh maksimal 50 meter dan tidak mengarah ke atas yang dapat menyilaukan pengemudi di kendaraan lain.

Lampu kecil, lampu kecil harus berwarna putih atau kuning, penggantian dengan warna merah akan berakibat kendaraan lawan menganggap mobil Anda sedang berjalan sebaliknya.

Reflektor lampu memastikan mobil Anda tetap terlihat meski tidak menyalakan lampu.

3. Lampu Parkir dan Sein
Lampu parkir, untuk kendaraan tertentu biasanya ada namun bukan persyaratan wajib. Lampu sein, wajib terpasang di kiri dan kanan serta berwarna kuning.

4. Plat Nomor
Harus terpasang dengan jelas, tidak dicat atau diubah memakai scothlight dan diterangi lampu standar.

5. Klakson
Klakson adalah trompet elektromekanik atau sebuah alat yang membuat pendengarnya waspada, yang biasanya digunakan pada kereta, mobil dan kapal untuk mengkomunikasikan sesuatu.

Klakson yang ideal harus terdengar dari jarak 100 meter, agar bisa terdengar pengendara yang lain dan menghindarkan diri dari kecelakaan.

6. Knalpot
Sesuai ketentuan emisi gas buang, knalpot yang baik adalah yang tak berisik agar tak mengganggu pengguna jalan lain.

7. Safety Glass
Adalah jenis kaca mobil harus tempered glass, yang akan pecah kecil tanpa mengakibatkan pengguna kendaraan terluka. Tempered glass biasanya akan pecah menjadi serpihan seperti biji jagung.

8. Winshield Wiper
Penghapus kaca atau dalam bahasa Inggris disebut windscreen wiper adalah alat yang digunakan untuk membersihkan kaca mobil, kereta api, kapal laut, dll, pada saat hujan turun atau bila ada debu, lumpur atau benda lain yang mengotorinya.

Pada mobil modern penghapus kaca mempunyai tiga kecepatan yaitu sekali-kali/ intermittent (sebagian dengan pengatur waktu), sedang dan cepat, sehingga pemakaian penghapus kaca dapat disesuaikan dengan hujan yang terjadi kalau gerimis digunakan sekali-kali dan kalau lebat sekali digunakan yang cepat.

Pastikan pembasuh kaca di waktu hujan ini dalam kondisi bekerja dengan baik dan berisi larutan pembersih untuk pembilasan kaca.

9. Safety Belt
Sabuk pengaman atau seat belt adalah sebuah alat yang dirancang untuk menahan seorang penumpang mobil atau kendaraan lainnya agar tetap di tempat apabila terjadi tabrakan, atau, yang lebih lazim terjadi, bila kendaraan itu berhenti mendadak.

Sabuk pengaman dirancang untuk mengurangi luka dengan menahan si pemakai dari benturan dengan bagian-bagian dalam kendaraan itu atau terlempar dari dalam kendaraannya. Di dalam mobil, sabuk pengaman juga mencegah penumpang yang duduk di kursi belakang membentur penumpang yang duduk di barisan depan.

10. Ban
Ban, harus pada tekanan sesuai spesifikasi mobil. Minimum kembangan ban setengah dari kembangan normal.

Pentil ban juga seharusnya memiliki penutup, untuk menghindarkan angin dalam ban bocor keluar ataupun kotoran masuk ke dalam ban melalui saluran masuk angin tersebut.

11. Tutup Bensin
Wajib tertutup rapat. Setiap dua atau tiga tahun diperiksa kelayakannya.

sumber : www.lihat.co.id